Uncategorized

Selayang Pandang

A.  Mengenal Kondisi Madrasah

      Lokasi Madrasah Ibtidaiyah Al Irsyad Al Islamiyyah terletak di jalan tembus kaliombo no 3-5 Kota Kediri. Tepatnya perempatan garasi bis Baruna ke selatan 50 meter. Merupakan satu atap dengan Paud, RA, MI, dan TPA. Di MI Al Irsyad Al Islamiyyah program pendidikan agama lebih ditekankan untuk memupuk iman anak lebih dini, misalnya setiap hari Jumat diadakan sholat dhuha berjamaah, sehingga membiasakan siswa untuk sholat dhuha di rumah pada hari-hari libur sekolah, Bagi siswa perempuan setiap hari harus membawa mukena, sebab berlanjut untuk sholat dhuhur berjamaah. Sarana lainnya tersedianya mobil angkutan sekolah sebagai transportasi para siswa / mobil antar jemput siswa. Untuk mempermudah siswa juga layanan  koperasi sekolah sudah tersedia. Juga didukung dengan berbagai sarana dan prasarana lainya yaitu : gedung bertingkat, ruang komputer, ruang perpustakaan, ruang UKS, Lapangan olahraga yang luas dan lengkap  dan juga ada sarana ibadah (masjid).

Dalam MI Al Irsyad Al Islamiyyah kedisiplinan menjadi faktor utama dalam mendidik para siswanya sehingga kepercayaan wali murid setiap tahunnya makin bertambah.

B. Sejarah Singkat Al Irsyad Al Islamiyyah

            Perhimpunan Al Irsyad adalah bertujuan memurnikan tauhid, ibadah dan amaliyah islam, bergerak dalam bidang dakwah dan sosial kemasyarakatan, berdasarkan Al Quran dan Sunah Nabi Muhammad SAW. guna mewujudkan pribadi muslim dan masyarakat islam menuju keridhoan Allah SWT.

            Perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah  didirikan pada tanggal 15 Syawal 1332 H / 66 September 1914 M. oleh Syaikh Ahmad bin Muhammad Assorkatty Al Anshory (beliau lebih dikenal dengan nama Syaikh Ahmad Surkatti). Ahmad Surkatti beserta murid-muridnya adalah pejuang bangsa dan murid-muridnya banyak yang telah menjadi tokoh masyarakat. Sewaktu Ahmad Surkatti wafat, Bung Karno (Presiden RI Ke I) pernah mengatakan bahwa Almarhum Ahmad Surkatti telah ikut mempercepat lahirnya gerakan kemerdekaan bangsa Indonesia.

            Perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah adalah organisasi massa yang berazaskan Islam, bukan organisasi politik. Hakekat Al Irsyad adalah membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa yang benar dan baik, tidak tercampur oleh segala bentuk pikiran, perkataan dan perbuatan yang dapat mengotori nilai-nilai tauhid. Melalui pendidikan, dakwah dan sosial kemasyarakatan, organisasi perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah berusaha dan berjuang membina umat untuk kembali kepada Al Quran, guna mewujudkan generasi Qurani, generasi yang mampu membaca, memahami, menghayati dan mengamalkan Al Quran. 

            Generasi yang tumbuh dan hidup bersama Al Quran dengan mencontoh dan meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW. Untuk mengarah pada tujuan dan hakekat Al Irsyad , Perhimpunan  telah membuat dan menetapkan satu landasan yang disebut Mabda Al Irsyad Al Islamiyyah. Mabda tersebut dilukis dalam satu gambar yang kemudian dijadikan lambang Al Irsyad Al Islamiyyah. 

C. Mabda Al Irsyad Al Islamiyyah

Penjelasan teknis tentang Mabadi Al Irsyad yang telah ditetapkan dalam muktamar Bondowoso 1970 dan rumusan 1938 ini disarikan dari literatur, semangat dan praktek praktek Perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah dalam memahami dan menafsirkan islam untuk kemajuan pribadi, umat dan bangsa.

  • Sumber Hukum :

Memahami ajaran islam dari Al-Quran dan Sunnah serta bertahkim kepada keduanya.

  • Aqidah / Tauhid :

Beriman dengan Aqidah Islamiyyah yang berdasarkan nash nash kitab Al Quran dan Sunnah yang shohih, terutama bertauhid kepada Allah SWT yang bersih dari syirik, takhayul dan khurofat.

  • Ibadah :

Beribadah menurut tuntunan kitabulloh dan Sunnah Rosul-Nya, bersih dari bidah.

  • Akhlak :

Berakhlak dengan adab susila yang luhur, moral dan etika Islam serta menjauhi adat istiadat, moral dan etika yang bertentangan dengan Islam.

  • Almusawa / Kesetaraan :

Adalah wajib menganggap kaum muslimin itu bersaudara, tidak melebihkan seseorang lebih dari yang lainnya kecuali karena ilmu dan ketaqwaan.

  • Ilmu Pengetahuan :

Memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan untuk kesejahteraan duniawi dan ukhrowi yang diridhoi Allah Subhanahu Wa Taala.

  • Modernitas :

Meningkatkan kehidupan dan pengetahuan duniawi, pribadi, masyarakat selama tidak diharamkan oleh Islam dengan nash, serta mengambil faidah dari segala alat dan cara teknis, organisasi, dan administrasi modern yang bermanfaat bagi pribadi, umat, moril dan sprirituil.

  • Ukhuwah Islamiyyah :

Bergerak dan berjuang secara terampil dan dinamis dengan pengorganisasian dan koordinasi yang baik bersama sama organisasi organisasi lain dengan jiwa ukhuwwah islamiyyah dan setia kawan serta saling bantu dalam memperjuangkan cita cita Islam yang meliputi kebenaran, kemerdekaan, keadilan, kebajikan serta keutamaan menuju keridhoan Allah SWT.